Hindari Ini Jika Bisnis cafe & Restoran Ingin Berkembang
Punya modal ,tanah kosong / ruko / rumah sendiri baik dipinggir jalan strategis atau bukan bisa membuka usaha ini
![]() |
| SDM yang bagus sales pun mulus |
Memang petensi keuntungan usaha ini cukup menggiurkan,food cost minimal nya adalah 50% ,untuk restaurant cafe yang fasilitas nya lebih bagus bahkan bisa 30% food cost nya ,arti nya jika harga sepiring nasi goreng adalah 100k dengan food cost sebesar 30% maka modal pokok nya adalah 30k ,menggiurkan bukan ? Ya memang menggiurkan sih 🙂🙂💰💰
Tapi kebanyakan para owner yang mempunyai usaha resto dan cafe ini jarang ada yang paham detail kisi kisi menjalani usaha ini ,banyak yang buka tapi banyak juga yang tutup ,tergantung dari kekuatan modal yang dimiliki
Percayalah memang yang paling utama adalah modal ,tanpa modal yang cukup operasional bisnis F&B ini ga akan bisa dimulai
tapi modal bukan segala gala nya tanpa dibantu faktor faktor lain,apakah owner paham standard prosedur menjalankan operasional harian ? Ini juga sangat menentukan kedepan nya
Walaupun owner tidak paham mendalam ,owner bisa mencari staf yang memang sudah berpengalaman dalam hal ini adalah seorang chef , tergantung skala besar atau kecil F&B tersebut ,semakin besar maka setidak nya ada tim kecil chef + manager floor ( macam macam kualifikasi tergantung kebutuhan konsep )
Owner hobi atau bisa masak saja pun tidak cukup ,lagi lagi ini tergantung kebutuhan di lapangan ,biasa nya setiap sekian bulan sekali ada pergantian dan update menu ,mana yang ga laku dan mana yang laku akan di-update mengikuti trend
Atau konsep nya memang menjual menu legendaris lain juga strategi nya ,jadi walau bisnis ini berpotensi cuan tinggi tapi di sisi lain juga mempunyai resiko yang tinggi
Saya menguraikan tentu nya berdasarkan pengalaman, menjalani usaha owner dari cafe satu ke cafe lain di beberapa tempat ,yang membuat cafe tersebut berjalan ditempat bahkan hanya setaun dua taun aja berjalan
- Owner nya ga sabaran ,jadi owner ini membuka usaha cafe di dua tempat yang hanya berjarak waktu 1 bulan , dua bulan berjalan sales cukup lumayan full book setiap hari nya ,Karna trend kebanyakan orang pada penasaran selain banyak kompetitor yang datang hanya bertujuan mereview menu dan akan dicontek ,😂 udah lumrah lah yaa ,sayang.nya di dua bulan pertama itu manager floor tidak memaksimalkan kesempatan ,tidak ada feedback komunikasi ke para tamu ,tidak ada data baik nomer kontak ,email atau.medsos yang bisa diolah , sehingga menyulitkan untuk membuat program penjualan atau promo.menarik , sebulan kemudian cafe satu nya juga dibuka ,dan ini lagi lagi mengalami kendala yang sama ,owner panik ,dan dibujuk sama rekan untuk ambil.jasa konsultan ,berharap penjualan bisa segera terkatrol ,deal dengan harga dan paket ,saya mundur dari sana dua tahun kemudian cafe tersebut sudah tutup, yang sebetul nya ga perlu ambil konsultan yang diimingi hasil maksimal ,Karna masih bisa diutak-atik dan banyak peluang yang emang belum maksimal dijalankan , ga ada usaha yang instan langsung menghasilkan ,ada owner minta diiklankan di platform medsos dan ingin esok nya ramai dikunjungi 🥺
- Si paling tau 🥴 nah ini juga dilema ,tergantung juga dari karakter si chef nya sih ,apakah orang yang tegas atau nurutan ,apakah idealis atau toleran ,semua ga da yg salah tapi itu juga mempunyai masing masing resiko ,pusing juga jika berargumen dengan owner ,chef nya mempunyai pendapat sesuai dengan logika dan analisa versi standar F&B ,owner berpendapat sesuai dengan keyakinan nya yang kadang dan sering nya ga sejalan 🙂,banyak cafe cafe yang chef nya kluar masuk Karna difaktori si paling tau ini ,tentu nya sangat disayangkan karna sejati nya kita mau menyelamatkan agar terjadi peningkatan penjualan dan pengurangan beban pengeluaran,atau kadang owner merasa lebih pintar dari pada chef nya ,mengkritik cooking methode ,mengkritik plating ,dan sebagai nya ,sah sah aja mengkritik sebagai bentuk pengawasan ,tapi terkadang yang dikritik sangat tidak sense ,percayalah chef dengan segala pengalaman yang diawal sudah ada tanya jawab dan wawancara ga perlu diragukan 🙂 ,dia juga mau yang terbaik untuk cafe dimana tempat dia mencari rejeki
- Menu yang terlalu banyak ,membuat beberapa menu boleh boleh saja asal disesuaikan dengan kelengkapan alat dapur dan juga cutlery set yang lengkap ,pastikan saat sedang full table lama tamu menunggu menu terhidang masih dalam toleransi ,berapa kompor ,deepfryr,table plating luas area kitchen yang diperlukan ,jika ini diabaikan percaya deh akan ada banyak komplain bermunculan dan juga akan menyebabkan rasa yang tidak konsisten dan berakhir menurun nya tamu yang datang
- Tidak paham pembukuan ,nah ini juga salah satu faktor juga ,pembukuan di sini bukan hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran ,biasa nya terjadi pada cafe yang skala nya kecil ,kadang owner hanya mengeluh tanpa disertai data ,dimana jika disertakan data akan ada diskusi yang efektif dari chef atau manager ,selama satu bulan rata rata food cost nya brapa ? Beban apa yang bisa diperbaiki dan dimaksimalkan ,promo apa yang tepat untuk menghabiskan stok lama ,dan lain sebagai nya dan lain sebagai nyaa ,inti nya ada banyak seribu cara dari hanya membuka data ,ada juga owner kepengen harga menu yang dijual lebih murah dari kompetitor,tidak mempertimbangkan harga pokok,dan biaya operasional lain nya
- SDM yang kentang ,ini pun juga menjadi faktor dalam keberlangsungan usaha F&B ,Lagi lagi ini difaktori saat meng hire para calon kandidat,untung untungan juga sih ,kadang ga bisa ditebak saat menilai orang ,tapi ada kualitas ada harga ,jika owner kurang menguasai dalam hal perekrutan setidak nya hire manager atau chef yang sudah paham dan punya rekam jejak ,gaji chef atau manager dengan kesepakatan,biasa nya mereka tidak mau kalau sekdar UMR,,tapi ini akan lebih efektif dan efisien ketimbang menghadapi tinggi nya over turn keluar masuk nya staf
- Marketing ,tergantung skala usaha apakah besar atau kecil ,bisa owner yang menjalani atau tim yang mengeksekusi ,macam macam jenis nya ,baik online maupun offline ,pembuatan paket promo dan kerja sama dengan beberapa instansi bisa dilakukan ,,lagi lagi dilakukan sesuai dengan kekuatan kitchen staf dan kelengkapan tentu nya ,jangan sampe marketing ada good respon tapi tidak didukung sumber daya ,,ini juga akan menjadi simalakama
- Menjaga good relationship dengan tamu pelanggan ,ini juga sangat penting,diusahakan setiap tamu yang datang diminta data baik berupa medsos akun atau nomer what'sap ,guna nya adalah kedepan kita bisa gunakan untuk marketing up sales,atau membuat pelanggan semakin aware ,kita bisa berikan award berupa voucher , birthday gift ,diskon kuota tertentu dll ,pastikan pelanggan juga mempunya good relation dengan staf atau manager ,jadi kita bisa evaluasi setiap bulankah ,Minggu kah dengan manager atau chef
- Frenchise tidak menjelaskan sistem waralaba ini yaa ,kebanyakan owner buka usaha Karna ikut latah dengan produk yang sedang in,dan disodori informasi keuntungan ,tidak ada pengalaman sema sekali , ikut ikutan ,ga ngerti produk ga ngerti sistem tau nya bayar paketan beli paket A sudah ada staf ,training ,stok suplai , management keuangan,modal belum balik tapi udah tutup ,,akhir nya mangkrak semua peralatan dan kelengkapan 🥺 ,jika memang berniat mau ambil frenchise pikirkan matang matang ,prediksi setaun hingga 5 tahun ke depan ,sukur sukur paham produk paham F&B ,jika terjadi sesuatu di.luar BMKG bisa dialihkan ke produk lain tanpa harus membeli alat baru,, atau jika terjadi ketidak puasan bahkan tidak sepakat di tengah jalan masih bisa dicari jalan keluar



Komentar