Membuat SIM Masih Bisa Lewat Jalur Cepat

Karna seringnya polisi mengadakan razia hampir tiap hari ,tentu ini membuat ketar ketir buat saya,ga mungkin juga buat alesan jika seandai nya diberhentikan,sekali dua kali masih aman,bagai mana jika yangmemberhentikan adalah orang yang sama,hmm tentu ga ada alasan lagi untuk berkilah,dengan sangat terpaksa dan berat melangkah akhir sim sudah saya dapat kan
cerita itu pun dimulai
Saya parkir motor lalu menuju loket pendaftaran test kesehatan setelah sebelum nya bertanya pada seorang polisi yang sedang berdiri di pintu masuk gedung samsat,tempat test kesehatan tidak satu gedung dengan tempat test yang lain nya,membayar sejumlah uang yang dilayani oleh dua orang petugas dengan tampang yang sudah expired  ( ga ada senyuman ramah dan terkesan dibutuhkan  ) lalu dikasih formulir dan menuju ruang test kesehatan ,test nya pun hanya terkesan asal asalan sebatas formal belaka,hanya berupa test mata ,dengan melihat huruf huruf kecil yang ditanya oleh petugas
Dari situ dengan selembar kertas yang sudah dicap lulus saya menuju konter bank BRI untuk membayar uang pendaftaran pembuatan sim c sebesar 100 ribu rupiah, bukti  transferan nya digunakan untuk proses selanjut nya,setelah itu membeli asuransi sebesar 30 ribu rupiah,yang  di kertas asuransi ada keterangan berapa santunan yang didapat bila mengalami kecelakaan dan meninggal
menuju loket pendaftaran untuk dicatat dan diberikan nomer pendaftaran,dan menuju ruang test tertulis
Di ruang test tertulis sudah banyak sekali orang yang sama sama mengikuti ujian tertulis ini,setelah kelas penuh datang petugas memberikan soal ulangan dan menjelas kan tata cara soal yang diberikan berjumlah 30 dengan waktu 15 menit harus segera dikumpulkan
Soal dan lembar jawaban sudah ada di tangan dan saya segera mengisi,walau pun tidak yakin dengan jawaban harus segera mengisi karna sempit nya waktu untuk berpikir dan menganalisa  tiap soal,beberapa soal yang memang tidak saya mengerti terpaksa harus menghintung kancing untuk  menjawab pertanyaan
15 menit waktu berlalu ,soal dan jawaban dikumpulkan ,selanjut nya adalah menunggu hasil ujian,petugas akan memanggil dan memberikan hasil ulangan,ujian dikatakan lulus minimal harus betul 18 dari 30 soal yang ada,satu jam kurang lebih menunggu nama saya terpanggil dan diberikan kertas hasil ujian
Ternyata saya tidak lulus,dan harus kembali pada tanggal 9 january,seperti yang sudah saya predikidsi sebelum nya bahwa saya  harus mengulang ujian,entah sampai beberapa kali
Diantara puluhan peserta ujian tertulis ternyata ada yang beberapa kali datang karna ujian sebelum nya tidak bisa mengumpulkan nilai minimum,ada yang datang dua kali dan ada juga yang dateng sampai lima kali,seorang yang baru saya kenal  baru berhasil setelah 2 kali gagal ujian tertulis,tapi saya ga tau untuk ujian praktek lapangan,apakah berhasil atau tidak
Saya berpikir gimana cara nya pulang bisa membawa sim,tidak seperti dulu di waktu itu puluhan calo bertebaran dimana mana menawarkan jasa pembuatan sim dengan cara instan,tapi pas kemarin saya tidak menemukan,suasana di dalam terlihat tenang ,juga tidak ada tawaran pembuatan sim
Lalu keluar dari  dalam gedung menuju parkir motor,duduk beristirahat sejenak,waktu sudah menunjukan pukul setengah dua siang ,seorang anak muda datang bertanya dan menawarkan jasa pembuatan sim lewat orang dalam istilah nya,tanpa ikut ujian test tulis dan praktek,hanya mengikuti photo dan sim pun siap di dibagikan
Saya sepakat membayar sebesar 650 ribu dari harga 700 ribu sebelum nya,masuk kembali ke dalam gedung bertemu dengan seorang yang sudah diberitahu sebelum nya,memberi 2 lembar photo copy ktp lalu menunggu proses selanjut nya,
Kurang lebih setengah jam menunggu orang yang mengambil photo copy ktp itu memberikan kertas dan menyuruh untuk ke ruangan pengambilan photo dan sim pun jadi setelah proses photo selesai
Dan itupun status saya bukan sebagai pembuat sim baru,hanya memperpanjang sim yang sudah mati,walau sudah setahun lebih masa berlaku ,masih ada file yang tersimpan atas nama saya,uang yang saya keluarkan sebelum nya sebetul nya bisa ditarik lagi
Saya datang kebagian arsip untuk membatalkan pengajuan sim baru,tapi staf penjaga arsip tidak bersikap welcome kapada saya,justru terkesan menakuti ,surat pembatalan itu nanti nya bisa digunakan sebagai bukti ke bank untuk penarikan uang yang sudah ditransfer sebelum nya,sayang sekali dia bilang arsip saya masih di bawah belum masuk ke meja nya dia,bank sudah tutup dan saya membatalkan untuk datang lagi ke samsat

Waw pakai orang dalam tenyata proses nya sangat cepat,dan dari situ bisa saya simpulkan
·         Ternyata  samsat dimana tempat banyak orang mengajukan pembuatan sim tidak banyak perubahan yang signifikan,praktek percaloan masih saja ada ,hanya terlihat lebih halus dan lebih rapi
·         Test baik tertulis maupun test simulator terkesan sabagai drama belaka,hanya pelengkap secara formalitas,banyak nya orang yang harus mengulang karna tidak lulus baik test tertulis ataupun praktek yang mengajukan dari jalur resmi tanpa bantuan dari pihak dan siapapun
·         Jika ingin membuat sim tanpa pihak siapapun ,atau orang dalam istilah nya,bersiaplah untuk mengulang ,mengulang dan mengukang lagi,sampai sipemeriksa hasil test kita merasa kasihan karna perjuangan yang  terus membara
·         Materi ujian yang tertulis sangat terlihat awam di mata para pengaju sim ini,dengan pertanyaan yang sangat sulit dijawab dan berpeluang salah besar,tidak ada pembahasan materi sebelum nya,sebagaimana layak nya ujian di sekolah,dan kebanyakan para peserta yang baru sekedar bisa mengendarai motor tidak bisa menjawab pertanyaan,jangan kan yang baru bisa membawa motor,yang jam terbang nya sudah lama pun masih banyak yang gagal,pembuatan soal ujian bukan bertujuan untuk edukasi kepada para pembuat sim,dan menjawab nya pun hanya mengundi kancing
·         Selama  pengoreksi hasil ujian masih manusia belum tersistem komputerisasi ,celah penyalah gunaan wewenang masih sangat tinggi,ini terbukti dari banyak nya jalur orang dalam yang lulus test ujian tanpa harus mengikuti ujian,atau hanya sekdar formal dan drama belaka,jika sistem komputerisasi benar benar dijalankan ,seorang presiden pun akan gagal dalam test tertulis jika memang jawaban nya salah
·         Soal soal yang diberikan selain sangat awam juga jarang dialami oleh para pengendara motor,atau pun jarang dibahas ,entahlah harus gimana untuk mendapatkan jawaban yang bener,minilam 18 dari 30 soal yang ada
·         Waktu yang digunakan untuk ujian tertulis sangat lah sempit ,hampir dikatakan tidak ada waktu untuk menganalisa tiap pertanyaan,walau terkesan gampang menjawab,karna soal yang diberikan berupa pilihan ganda ,menjawa A,B,C atau D
·         Secara tidak langsung samsat tempat banyak orang membuat sim bukan sekaligus tempat untuk mengedukasi yang berhubungan dengan tata cara berlalu lintas,tapi sebagai tempat untuk mencari pendapatan sampingan sebanyak mungkin
·         Total untuk membuat sim c tidak sampai 200 ribu,jika ingin lulus setidak nya 650 ribu harus keluar dari kantong,yang arti nya 400 ribu lebih masuk ke kantong para oknum
·         Banyak petugas mulai dari pendaftaran untuk test kesehatan sampai pembuatan photo sudah terlihat expired,tidak terlihat segar dilihat,pelit senyum,terkesan dibutuhkan ,harus segera diganti dengan wajah yang muda serta terlihat segar dan welcome
·         Dari 100 orang yang mengajukan pembuatan sim  lbih dari 50 persen menggunakan jasa penolong selebih nya harus berjuangan dengan penuh kesabaran
·         Semoga pihak dari KPK segera membongkar dan menuntaskan kasus ini
·         Sebetul nya berapa kali pun datang tidak masalah buat saya jika memang hasil dari test yang saya ikuti tingkat kesalahan dan kelalaian saya bener bener murni saya salah,tidak ada istilah lewat orang dalam atau jasa calo
·         Tulisan himbauan tidak menggunakan calo ,hanya sekedar tulisan   ( dramaaa )

Tidak bermaksud menjelekan instasi tertentu,hanya berbagi pengalaman dan kenyataan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skill Tambahan Seorang Chef

Membuat Lasagna

Bagian Ayam yang Sulit Didapat