ngekost dengan banyak teman itu enak,cuma ada tapi nya,,,
Belum pernah saya merasakan tinggal ramai dalam satu
rumah,yang di mana dalam satu rumah terdiri dari 10 sampai 12 teman,dan itu
saya rasakan setelah tinggal di negeri onta tapi belum pernah melihat onta
berkeliaran di jalan selama ini
Di Jakarta,saya tinggal bersama orang tua,masa sekolah jarak
sekolah pun cukup ditempuh dengan 30 menit perjalanan menggunakan bus,jadi
tidak ada alasan untuk tinggal di luar rumah alias ngekos,begitu juga jarak
dari rumah ke tempat kerja,hanya 10 menit mengendarai sepeda motor,pada akhir
nya saya harus mengalami juga,bagaimana tinggal ,hidup dan bersosialisasi
dengan teman dalam satu rumah,atau lebih tepat nya dalam satu flat
Diawali kedatangan saya dan teman sebanyak kurang lebih 50
orang datang merantau,karna company memberikan
kompensasi tempat tinggal dalam bentuk
dinar,50 orang akhir nya membentuk kelompok menjadi beberapa bagian, di samping
sebagai pendatang asing yang masih baru,dan belum tau apa apa, dan masih punya rasa idealis dan nasionalis yang masih kuat,akhir
nya membentuk kata sepakat, sesama teman
Indonesia diharapkan tinggal sama sama,didapatkan flat dengan ukuran besar yang
terdiri dari beberapa kamar ,yang setiap flat nya diisi 10 dan ada yang 12
orang
Di awal awal semua
serba menyenangkan,sepulang kerja bisa bercanda aha ihi,,ketawa ketiwi,setelah
seharian bergaul dengan orang orang baru dan asing di lingkungan kerja,bertukar
cerita masa masa penyesuaian di lingkungan baru,dan semua yang serba
mengasikan,,,saling memberi saran dan komentar,,nonton tv bareng,lalu ada juga
yang bermain gitar,sambil ditemani segelas kopi Nescafe yang telah dibeli di
cold store sebelah,,lalu ada juga yang merorok,,semua tanpa beban,,,makan pun
terkadang sama sama,,salah satu teman memasak makanan dan dimakan ramai ramai,
tak selama nya semua
itu indah,,perlahan tapi pasti timbul masalah demi masalah,yang tadi nya
terlihat menyenangkan menjadi menjengkelkan,sepele Nampak nya,tapi kalau setiap
hari selalu berulang dan terjadi akhirnya
menjadi menjemukan
memang sebelum saya sudah membayangkan dan memahami,apa apa
yang bakal terjadi nanti,karna tinggal dalam jumlah orang yang banyak,semua
berbeda kepala,keinginan,hobi dan kelakuan,bukan itu saja,semua teman yang tinggal adalah teman baru yang walaupun
sama sama dari Indonesia,belumlah saling mengenal dengan baik satu sama lain,jadi
di awal belum lah Nampak sifat harian dari tiap pribadi,pandangan pertama,semua
tampak baik,ramah ,menyenangkan dan mengesan kan,mirip miriplah dengan acara
yang di ANTEVE itu,, penghuni terakhir,dimana kita bisa melihat tingkah dan
kelakuan tiap orang
pulang kerja pasti nya lelah
yang amat sangat,kepingin nya kalau sudah sampai rumah cepat cepat bisa melakukan sesuatu yang
menyenangkan,ada yang ingin tidur,menonton tv,suasana tenang,bernyanyi
bersama,bermain gitar atau bercakap cakap dengan kawan lain nya,,tergantung
dengan suasana hatilah,,nah ga enak nya,,pada saat kita sedang lelah dan penat
penat nya,,ingin segera istirahat dan tidur cepat agar besok nya bisa bangun segar,ga
semua teman itu paham dengan keadaan kita,sehari dua hari masih bisa
ditahan,tapi kalau setiap hari pastinya uring uringan,mau tegur ga enak,ga
ditegur tapi ngga tau diri,jadi serba
salah,,efek nya hubungan dengan teman jadi kurang harmonis
sebagai penghuni bersama kita juga harus menjaga kebersihan
dan kerapihan flat yang kita tinggali,nah biasa nya sudah ada pembagian jadwal
kebersihan,siapa yang libur bertugas membersihkan ruang utama,kamar mandi dapur
atau ruang yang sudah disepakati,tapi nyata nya lagii,,ga semua teman
melaksanakan dengan baik,ada yang
terlihat asal asal asalan,ada yang ga bisa menghargai orang sudah
membersihkan,dilarang buang rokok di kamar mandi,tetap aja masih ditemukan buntung
rokok,sehabis makan langsung dicuci piring nya,masih saja piring kotor
bertumpukan,dan yang mau menggunakan harus mencuci terlebih dahulu,adalagi
cucian yang sudah berhari hari,mengeluarkan aroma yang lumayan sedap tapi si
pemilik pakaian ga gubris,dibiarkan pakaian terendam berlama lama,padahal juga
ember nya buat gantian dipakai,asbak yang selalu penuh dengan abu rokok tanpa
ada inisiatif membersihkan,lantai terlihat ngeres tapi ga ada yang menyapu,,dan hal hal sepele lain nya,,,again…jika
setiap hari harus berhadapan seperti ini siapa yang tahann,,malah di flat kawan
yang lain sempat ada keributan dan hampir terjadi baku hantam,mengakibatkan
pengusiran pada seseorang teman
kita datang ke negri orang tujuan nya mau bekrja dan mencari
uang,segala pengeluaran harus benar diperhatikan,tidak asal beli walau suka,apalagi yang sudah berkeluarga,termasuk
saya,nah biasa kalau uang sudah cair di atm,kelar membayar ini dan itu,saya
akan belanjakan keperluan makan untuk satu bulan,seperti mie instan,kopi, dan
barang pokok lain nya,tidak lupa kirim keluarga dan simpanan wajib,,jadi disetiap hari nya ga perlu wara wiri ke
warung buat beli kebutuhan harian,nahh lagi lagi ada ga enak nya,,ga semua
teman melakukan hal yang sama seperti saya,apalagi mereka melihat jumlah banyak
barang yang saya beli,jadi serba salah lagi,dikasih tiap hari yang bisa
bangkrut Bandar hehee,,,ga dikasih ga enak,,mau masak juga begitu,masakan
matang ditawarin buat sendiri kurang,ga ditawarin mereka melihat,,bukan nya
pelit atau apa apa,,ga semua teman walau tinggal dalam satu rumah bisa buat
gantian,pas kita ga ada tetap aja nyegir sendiri,mereka ga ambil pusing,,mau
makan tinggal beli diwarung,jadi ada teman yang hanya senang dengan
gratisan,atau memanfaatkan kebaikan teman tanpa dia peduli,kepada teman yang
sama sama pengertian saya tidak pernah keberatan,malah kadang diantar makanan
yang sudah dimasak pula
diawal saya usulkan untuk urunan membeli beras,dan membeli
lauk,tadi nya saya sering memasak untuk teman teman,nahhhh masalah nya,,setelah
makanan mateng,teman yang makan pertama ga akan inget yang lain nya yang belum
pulang,iya sih si kawan ini ikut bayar urunan,tapi kan ga serta merta,,jadi
saya yang ga enak sendiri,,usul itu Cuma bertahan satu bulan,,ga kuat ngurusi
mereka dan bikin pusing sendiri,belum lagi yg katanya ga suka ini dan
itu,,setelah itu nyerahh ga mau tau urusan makan mereka,,hahahaha
kehilangan uang juga bukan sesuatu yang mengheran kan,ga di
flat saya tinggal saja kehilangan terjadi,tetapi flat yang lain nya juga sama,tnpa mau menuduh
siapapun,cukup logika berbicara,walau sama sama orang Indonesia,pasti nya lain
kepala,lain pikiran dan lain sikap,dan baru kenal pula,walau tanda tanda
mengarah ke seseorang ,cukup membuat sebagai pelajaran semua penghuni,,tidak
ada uang tertinggal di rumah dalam jumlah berapapun,walau pada akhir nya
terdengar kasak kusuk suara halus berbicara disetiap bibir, masih tersimpan
rapi di tas koleksi rupiah ratusan ribu dengan nominal yang lumayan,pas
mau buka dokumen kaget campur kesel,,yang ada Cuma tinggal lima puluhan ribu beberapa
lembar,,,,tapi ya sudah lah,,,,belum lagi pengalaman teman sebelah yang sanagt
menyeramkan,,,saya masih mending hanya ratusan nya lenyap,,,,,
dan masih banyak lagi yang lain nya,,belum lagi masalah
pinjam meminjam uang ,yang ujung ujung nya membuat hubungan teman menjadi ga
sehat,,yang pada akhir nya saya simpulkan tinggal ramai ramai tidak sesuai
dengan karakter saya,bukan nya ga mau besosial,bukan suka menyendiri,,tapi jika
rasa nyaman mahal saya dapatkan,,akhir nya saya putus kan saat itu untuk
tinggal dengan orang lain Negara,, satu kamar hanya dihuni 3 orang,,ga banyak omong,ga banyak
cing cong,kebtulan mereka juga baik,dan hubungan dengan kawan sebangsa pun
tetap baik,,sekarang saya kembali tinggal bersama teman sebangsa lagi,karna
sudah tidak sebanyak dan serunyam dulu,,,saya tinggal bersama dua sahabat .yang
sama sama mengerti dengan keadan masing masing,,,
kesimpulan di atas adalah pengalaman ,dan pengamatan saya
sendiri…tidak ada maksud menyinggung atau menjelekan teman sebangsa dan setanah
air,,,salam damai
Komentar