Tamu Arab VS Tamu Bule

Dalam dunia hosptitality,baik bekerja di lingkungan hotel atau di restaurant,kita tidak hanya menerima uang perbulan dari gaji saja,tapi ada juga uang tambahan,yaitu uang berasal dari jasa service,setiap tamu yang makan atau yang menginap akan dikenakan biaya tambahan biasa nya 10 persen dari harga produk,contoh jika tuan takur mampir di restaurant abakadabra dia menghabiskan uang untuk memesan makan sebesar 100 ribu,maka tuan takur dikenakan biaya service sebesar  seribu rupiah,dan uang itu dikumpulkan sampai pada waktu tertentu dan akan dibagikan ke staf direstaurant abrakadabra ,aturan pembagian diserahkan oleh managemen abrakadabra tentu nya
Tapi ada juga uang tambahan yang bukan berasal dari gaji bulanan maupun uang service,yaitu uang tip,yang menerima uang tersebut biasa nya yang kerja nya berinteraksi langsung deangan tamu,waiter/s,room boy,door man,bell boy
Profesi profesi di atas adalah profesi yang berpeluang besar mendapat uang tip dari tamu,bahkan uang tip mereka terkadang bisa mengalahkan jumlah dari gaji  bulanan,walau tidak bisa disama ratakan,tergantung dari jumlah tamu ,ocupancy dan penjualan pruduk  
Saya bukan orang depan,atau orang yang profesi nya langsung berinteraksi dengan tamu,tapi tidak lah sulit membahas pekerjaan mereka,karna saya bisa bertanya tanya dengan teman teman
Untuk tamu yang suka atau sering memberi uang tip memang tidak bisa ditebak orang mana atau dari negara mana,etnis apa yang paling sering memberi,atau sekali memberi sangat besar jumlah nya,melebihi jumlah biaya sercvice yang harus dibayar,katakanlah bill yang dibayar Cuma 50 ribu ,tapi mereka memberi uang tip kepada si waiter sebesar 30 ribu,siapa yang tau ,dan keadian itu memang bukan suatu yang mustahil
Karna ini pengalaman selama tinggal di timur tengah,tentu nya saya bercerita yang berhubungan dengan keadaan di sana
Tinggal di arab bukan melulu orang arab yang ditemui,atau bahasa arab yang jadi bahasa pengantar ,makanan arab keseharian nya,atau pakaian traditional yang digunakan,tidaak,sama sekali tidak,di sini kita tinggal  terdiri dari multi negara,agama,bahasa,budaya dan etika,jadi bahasa inggris adalah bahasa yang digunakan,terserah mau aksen apa yang keluar dari mulut nya,mau betul salah gramar nya inti nya kita tau dan tidak terjadi miss komunikasi
Karna orang yang tinggal dari berbagai multi negara,maka tamu yang datang ke hotel atau restoran juga bermacam macam,bisa dikatakan 50 persen tamu yang dateng adalah etinis arab sendiri,setelah itu sisa nya adalah tamu dari eropa,dan beberapa wajah asia
Nah saya sempat ngulik ke teman yang berprofesi sebagai waiter  ( front of house ),tamu apa yang paling sering ngasih uang tip dan yang jarang ngasih
Memang rata rata jawaban mereka adalah para bule yang mampir makan,selain royal memberi uang tip ,mereka juga ga terlalu banyak minta dilayani memanggil jika sekira nya perlu bantuan,tidak banyak macam macam permintaan
Beda jika tamu arab yang dateng,sekali dateng mereka bersama keluarga,jarang ada yang sendiri atau berdua,dan jika mereka memesan seolah mereka juga menyewa waiter melayani,menunggui hingga kelar makan nya,bukan hanya itu ,jika sehabis makan di meja penuh dengan sisa makanan yang berantakan,kalo pas ada tamu arab yang datang mereka saling menawarkan ke teman nya yang lain,tuh buat elu aja ,ambil aja table gue  ( istilah mereka )
Dan kalo tamu bule yang dateng,semua berebut ingin melayani menjadi waiter nya,begitu baru masuk semua waiter yang kebetulan berpapasan pada pasang gigi kuda ,memamerkan senyum licik nya ,,wkwkwk berharap tamu bule duduk di meja nya,nah biasa nya setiap waiter udah ada pembagian wilayah  meja nya masing masing,si waiter A memengang meja dari nomer 1 sampe 20 ,waiter B memegang meja dari no 21 sampe 40 dan seterus nya,mereka berlomba senyum sebaik dan semenawan mungkin agar si bule duduk di meja pegangan nya,ya begitulah kenyataan di lapangan
Tapi ada juga yang kecele,mereka selalu menilai dari penampilan dan menyamaratakan tamu,walau 50 persen bersikap seperti itu tapi ga semua nya,sekecil apapun peluang baik pasti ada,ada tamu arab datang bersama keluarga mampir ke sebuah restaurant,teman teman waiter berpura sibuk dengan mejaa nya masing masing,mereka akan menyapa kalo meja nya dipilih sama si tamu itu

Dengan terpaksa seorang waiter  melayani hinngga seleseai tamu makan,dan tanpa disangka tamu nya ngasih uang tip separo dari makanan yang dipesan,dia bilang nya beberapa hari setelah kejadian,,hahaa modus,,takut diminta
Tapi begitulah,semua yang saya tulis diatas sebetul nya bukan contoh yang baik,kasih atau tidak uang tip bukan prioritas ,mereka datang karna ingin makan produk yang dijual,bukan ingin kasih uang tip,mengasih jika mereka senang ,puas,atau pas ada uang lebih
Ada juga waiter  yang sangat ga bagus perbuatan nya,banyak dari tamu memang jarang membayar cash,mereka hanya mendebet dari kartu debit atau kridit nya,dan bilang ke waiter ambil sekian rupiah buat tip nya juga,si tamu tanda tangan dan jarang cek lagi berapa uang yg terdebet,,nah waiter nakal ini memnafaatkan peluang sperti itu,dan suatu ketika ketahuan pas bill nya dicek sama tamu nya,,berabe deh jadi nya
Tapi sebetul nya yang mereka bilang ga seluruh nya benar,atau kejadian ini hanya berlaku di restoran saja,cerita sebalik nya malah saya dengar ketika saya pindah tempat di lain negara,masih di wilayah daratan onta,orang yang royal memberi tip bukan dari kalangan bule melulu,melainkan orang arab,nah loo kok bisa
Saat itu saya bekerja di lingkungan hotel berbeda waktu di restaurant,justru orang yang kebanyakan memberi adalah orang yang menginap sehari atau dua hari,beda dengan orang yang menginap hinga berbulan bulan,atau long stay,dan kebanyakn bule bule ini ditanggung oleh perusahaan dimana  tempat mereka bekerja,jadi kalo setiap hari kasih uang tip setiap ketemu petugas,,bisa bangkrut wkwkwwk
Pada dasar nya ga berlaku mutlak tamu orang arab atau tamu bule yang paling sering kasih uang tip,banyak juga orang orang di luar itu yang datang makan atau menginap lalu memberi uang tip yang besar nya ga kalah dengan jumlah yang diberikan tamu bule,,ada juga tamu indonesia,mereka ada yang sombong ada juga yang ramah,orang indo yang jaim  pada saat dilayani oleh petugas indo tetep menggunakan bahasa inggris,beda dengan orang indo yang ramah,bahkan bisa berlanjut menjadi kawan
So silakan menilai sendiri mana yabg lebih royal ?orang arab atau orang bule yang lebih sering kasih uang tip?,,,,ini ada sedikit kata kata dari boss ketika masih di negri onta
depends on the person either Arabic or European they are the same in one way both of them wants the best service you could give.But generally speaking Arabic guests are not so sensitive about their food but they want their food as soon as possible on their table the European they are more polite but sensitive they know what they want and they know the service if they complain it's sure that there is a problem and it's hard to please them on the other side arabic guest are easier to handle.But as I said both demands good service and high quality food. As per my experience I like them both it depends on how the service goes (server,host and cooks) and it depends on the character of that person some arabic guests are so nice that they don't even complain and just being patient with the service the same goes with the Europeans sometimes it depends on their moods but above all this we need to give them the high quality food and service because they are the bloodline of our business. Actually it doesn't matter what nationality they are, we have to treat all guests the same and treat them the way we want to be treated.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skill Tambahan Seorang Chef

Membuat Lasagna

Bagian Ayam yang Sulit Didapat