Lebaran Tanpa Ketupat,,,,
Hampir sebulan lama nya tidak menyempatkan mengisi halaman
kosong yang ada di lapak sendiri,kangen sih,tangan rasa nya gatel ingin
mengutak atik tuts lap top,sayang sekali kesibukan dan lelah yang sangat
menahan saya,lebih banyak waktu yang ada di gunakan untuk membaca tulisan
tulisan teman,dari bermacam postingan teman ada hal baru yang menarik mata
saya,yaitu kanal politik,apalagi kalo bukan tulisan yang berhubungan dengan
pilkada DKI,walaupun saya tidak ikut mencoblos ,sebagai warga jakara saya
selalu menyimak berita dan tulisan yang terposting,dan berharap,semoga calon
idaman saya sebagai pemenang dan menyandang
predikat sebagai gubernur,,,serta melihat perkembangan selanjut
nya,,,,terus terang saya ga suka politik,bagi saya politik itu kotor,tak ada
yang terlihat bersih.sesuci apapun orang nya,ketertarikan saya hanya karna
sosok dari pribadi yang menurut saya
patut dicontoh banyak orang,khusus nya yang berhubungan dengan dunia birokrasi,,
Banyak kisah yang yang terlewati selama ramadhan ,walau pun ga
penting tapi cukup berkesan buat saya,satu diantara nya,telah kembali nya seorang sahabat ke
tanah air,yang selama tiga tahun bekerja
di Negara syiria,sayang keberuntungan
masih belum diraih,syiria dilanda perang saudara,dan seorang sahabat terjebak
di salah satu daerah yang kawasan yang sangat rawan,tidak ada banyak yang bisa
saya lakukan,hanya menulis dan memosting di salah satu blog yang banyak di
kunjungi orang,dan alhamdulilah ada kawan yang bisa membantu dan memberikan
informasi ke KBRI yang ada di syiria,,setelah menunggu situasi aman ,akhirnya
pihak kbri menjemput kawan saya,dan segera diterbangkan pulang,sungguh sesuatu
perjuangan yang berat,,,,senang sekali bisa mendengar suara bahagia saat saya
mengucap selamat hari raya melalui
telepon,demi seorang anak lelaki,,dia berjuang mencari uang walau nyawa menjadi
taruhan,,ada sestau yang membuat saya kesal dan emosi,sesampai nya di bandara
soekar hatta,di terminal tkw ,dia diperas oleh seorang sopir yang mengantar ke
daerah nya,ternyata keamanan di terminal tki masih saja belum berubah,,,,,sesuatu
yang menyeramkan bagi para pahlawan devisa,,..
Ramadhan di tahun ini beda dengan tahun sebelum nya,walau
saya belum lah sempurna sebagai seorang muslim,puasa yang saya jalani lancar
tanpa hambatan berarti,tidak ada persiapan khusus,saya hanya membeli sebotol kapsul vitamin,godaan terberat adalah susah nya untuk bangun buat
sahur,tidak seperti di tanah air,pas bangun makanan sudah tersedia di meja
makan,karna ada istri yang menyiapkan,tapi kalau disini beda,bener bener angka
satu seperti judul lagu dangdut nya caca hardika,,makan sendiri,masak sendiri,cuci
baju sendiri,,L…..ya itulah hidup,,,,,untung nya jadwal kerja selalu kelar
jam 1 malam,jadi sekalian bisa menyiapkan untuk makan sahur,,setelah itu
menanti shalat subuh kelar landing deh di kasur,walau di luar panas nya samapi
40 derajat alhamdulilah masih bisa nahan
haus,sempat sedih juga sih waktu itu,,beberapa hari berturut pulang jam 3 ,,dan hampir saja ga kebagian
waktu sahur,,,,makan harus buru buru
seprti dikejar satpol PP,habis makan ga sempet ngopi,ga sempet makan biscuit favorit,,,untung
juga bisa dilewati dengan sukses,secara fisik memang sukses ,saya bisa tidak
makan dan minum selama ramadhan dari subuh hingga magrib,tapi secara
batin,maih kurang dari sempurna,bahkan jauh dari kata cukup,emosi saya kadang
masih suka naik dan turun secara drastis, semoga ALLAH mengampuni dosa dan
kekurang sempurnaan saya,,,,
Dan menjelang berakhir nya ramadhan adalah waktu yang amat
sedih ( sedih mulu yaa,,,,) di moment
itu banyak muslim yang ada di Indonesia telah berkumpul bersama keluarga
nya,anak dan istri,mungkin ada sudah punya rencana indah,untuk mengisi liburan
berhari raya nanti,entah itu jalan jalan,ke kebun binatang atau mengunjungi
daerah wisata,dulu waktu masih di Jakarta sehabis bersilaturahmi dengan handai
dan tolan,dihari kedua saya selalu mengajak istri dan adik berwisata,walau
hanya wisata lokal.moment terindah adalah pada saat berkumpul semua,bener bener
damai,,tapi lain lagi disini,menjelang berakhir nya ramadhan saya masih sibuk
berpacu dalam emosi di tempat kerja,, nggregetno :P
di tanah air,dimana menjelang datang nya syawal suara gema
takbir bertalu di mana mana,,baik di kampung mau pun di kota,,setiap mesjid dan
mushala pasti diisi dengan kegiatan takbir beriring suara bedug dan alat tabuh
lain nya,,,lalu tengah malam diadakan doa bersama,lalu makan makan,, ( terkahir merasakan takbiran di rumah ),lalu para tetangga menyumbang makanan ,minuman,buah,dan
rokok,,tidak ada kata lain yang disebut selain ucap takbir allah akbar walilah
hilham,,,apakah telinga saya yang budek atau tidak ada pengeras suara,,sama
sekali saya tidak mendengar gema takbir,,bahkan mesjid yang ada di dekat rumah saya terlihat sepi
dan sunyi,tidak ada bekas aktifitas orang melakukan takbir,lain hal nya dengan
perayaan peringatan lain,seperti di bulan muharam nanti,,warga lokal disini
sibuk mengadakan latihan untuk memperingati datang nya hari karbala,,,begitu
kushu dan hikmat,,,apakah orang Indonesia terlalu berlebihan menyambut datang
nya idul fitri,,,sedang disini idul fitri terlihat biasa saja,…semoga perkiraan
saya salah,,,
pokok nya lebaran di sini beda,tidak seperti di tanah
air,,tidak ada kue lebaran,tidak ada takbiran,tidak ada opor ayam.tidak ada
ketupat,cukup dalam hati,,takbir dalam hati,,,kue nya beli
disupermarket,,dimakan sendiri,,tidak ada baju baru,,,,tidak ada THR,,tidak ada
mudik,,,untuk sementara diskip aja,,,,walau begitu tetap bersukur,,,,yang ada
di Indonesia,,semua menikmati sehat,,dan bisa merayakan lebaran,,,,J) ,memang semua ada plus dan minus
nya,,sesuatu yang ga di dapat di tanah air,,tapi di sini mudah di dapat,,dan
sesuatu yang susah di sini tapi mudah di
dapat di tanah air,,,ketupat salah satu contoh nya.,,belum pernah saya lihat orang
buat ketupat pakai daun korma,,,heheheh,,,,walau
pun ada pohon kelapa tapi apa bisa warga asli sini buat ketupat,,,,secara
makanan khas mereka nasi biryani,majbus,,sama bukhori,,,,,,,,
sepenggal unek unek ,,,,,,,

Komentar