Derita Kerabat Dari Seorang Teman berwarga Syria ( Bantu Doa yu)...


Sebagai pekerja tapat nya sebagai perantau kita bekerja tentu  untuk suatu tujuan,bagi yang sudah mempunyai keluarga kita ingin agar keluarga yang ada ditanah air bisa menikmati hasil jerih payah yang kita kerjakan di tenpat kerja,istilah kata kepala menjadi kaki dan kaki menjadi kepala dilakoni,agar keluarga kita bisa berkecukupan kebutuhan primer dan sekunder,sukur sukur bisa tertier,yang masih bujang juga pasti ada keinginan dan tujuan,walau pun masih lajang setidak nya ada orang tua di rumah,walau ga seberapa yang diberi ke orang tua,paling tidak ada rasa senang dibatin melihat orang tua bisa merasakan hasil kerja kita,walau kita tau orang tua tidak berharap harap kiriman dari seorang anak,,

Walau pun kita disini tidak mendapat libur di hari raya,tetapi batin tetap senang bukan?mendengar dan melihat anak istri dan keluarga bisa merayakan hari raya,berkumpul dan bersilahturami dengan sanak keluarga lain,bisa membeli baju baru dan masak istimewa,pastilah rasa lelah akan hilang  apalagi uang yang mereka belanjakan adalah hasil keringat kita,
Tapi ada kisah lain,ini dialami kolega kerja saya,memang dia bukan  senegara,saya juga tidak nyangka kalau dia berasal dari Negara yang sedang hebat hebat nya perang saat ini,dia datang selama 3 minggu untuk memberi pelatihan kepada  saya dan beberapa staf ,karna  tempat saya kini berbeda konsep dengan yang dulu,,sebut saja nama nya ali ,,,si ali ini berasal dari Syria,awal nya sih saya sungkan menanyakan tentang Negara nya,karna tiap hari ketemu dan hilang rasa canggung akhir nya saya memberanikan diri untuk bertanya lebih banyak keadaan di kampung nya

Sungguh sedih dan shock juga mendengar nya,apalagi di saat indul fitri kemaren,di saat hari indah bagi seluruh umat muslim di dunia,tapi keindahan itu berubah menjadi kesedihan buat ali,betapa tidak,kampng halaman nya hancur dan lulu lantah diterjang peluru dan senjata api  dari peperangan itu,,dan yang paling menyedih kan,rumah keluarga ali hancur ,,,tiada atap,kini keluarga ali hidup di ruang terbuka,dan di bawah pohon,,ga kebayang di musim panas  saat ini,jika siang mereka harus menahan sengatan panas matahari yang bersuhu di atas 37 derajat celcius,walau pun di malam hari tetap saja terasa panas nya,dan jika di musim dingin  mereka juga harus  bertahan dari rasa dingin  yang membuat tubuh menggigil,,,tanpa ac  dan tanpa penghangat ,,,walau pun itu bukan saudara saya, tak kuat juga menahan haru,,wajah ali terlihat begitu diam dan datar,,percakapan itu terjadi di dalam mushola setelah usai melalukan shalat magrib,ali bercerita dari beberapa propinsi yang ada di syiria tempat dial ah yang paling parah,,saya lupa apa nama kampung nya,,yang saya ingat kurang lebih 30 menit dari kota Aleppo

Kebetulan di tempat baru ,beberapa dari kolega kerja berasal dari arab Syria,jika saya Tanya gimana keadaan keluarga mereka bilang aman dan terlindung,semoga saja keluraga ali mendapat lindungan dari tuhan,,dan segera berakhir perang saudara yang ga berkesudahan itu,,,,ali Cuma bilang ke saya tolong bantu dengan doa ya setya,,,,buat ali semoga bisa tabah menghadapi cobaan yang amat berat ini,,,


Seakan tiada berguna,untuk apa dan buat siapa?….jika keadaan seperti yang dialami kawan saya si ali,,gaji besar,ada tunjangan,tapi yang disayang tidak bisa menikmati,yang dipikiran kapan keluarga bisa mengungsi,,mau dikirim lewat apa pula uang ,menangis setiap hari pun ga banyak membantu,,walau berusaha semaksimal dan seprofesional mungkin,pasti tetap terbawa didalam kerja,,,yang tabah ya ali,,,,,,,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skill Tambahan Seorang Chef

Membuat Lasagna

Bagian Ayam yang Sulit Didapat