Ada Apa Dengan Hujan ?

Jakarta dilanda banjir,yah curah hujan dibulan januari semakin bertambah ,bertambah dan bertambah,hingga luapan air sudah tidak sanggup lagi ditampung dan akhir nya luber ke jalan jalan mencari tempat yang lebih rendah,genangan iar tidak hanya luber di jalan,tapi sudah memasuk kedalam rumah membuat orang panik penghuni nya
Banjir yang melanda jakarta tidak hanya sekali dua kali terjadi,tetapi sudah menjadi jadwal tahunan,dan memang puncak nya kebanyakan di bulan january,saya lupa tahun nya,kejadian pesawat adam air jatuh dan juga kapal roro tenggelam kalau ngga salah antara akhir desember dan awal january gitu
Sekian lama tidak menikmati hujan yang berhari hari,hujan di rantauan sangat begitu berharga,rintik demi rintik yang jatuh ke tanah mengingatkan saya akan suasana di rumah,waktu itu terbesit di kepala,kapan bisa menghirup udara tanah kelahiran,,yahh maklum saja sekian taun belum pulang rasa rindu itu datang kadang kadang walau tidak selalu ,ya di saat hujan itu yang kadang membngkitkan rasa emosi teringat suasana rumah,tapi sayang hujan datang di tanah gersang tidak lah selama di tanah air,dan tidak senikmat pemandangan di rumah,di sekeliling saya tinggal tidak ada pemadangan pohon dan hehijauan yang tumbuh,yang ada hanya gedung  dan apartemen menjulang berjejer,terasa kurang syahdu terdengar
Datang nya hujan hanya sesaat,sebagai penanda musim berganti,dari musim panas ke musim dingin ,atau sebalik nya,saat itu kota gersang hanya mendapat siraman hujan barang sehari atau dua hari,dengan durasi yang tidak terlalu lama
Lima tahun berlalu,waktu yang sangat cepat berganti,dan kini saya kembali ,menikmati udara tanah kelahiran,dan disambut oleh datang nya musim hujan ,hampir tiada hari tanpa hujan,masih sama seprti dahulu,guyuran nya begitu lebat,disertai suara gluduk dan petir yang sesekali nampak,orang hilir mudik dengan membawa payung,lalu ada juga yang menggunakan jas hujan,,wuiieehh serasa terbangun dari tidur panjang,bermimpi hidup di dunia lain,dimana hanya pasir mengelilingi saya,dan panas serta dingin yang bergantian datang
Beda nya ,kalau dulu,sebesar apapun hujan datang,sebanjir apapun di tengah kota,saya tidak pernah merasakan hujan begitu merepotkan untuk saya,luapan nya,aliran nya,tidak pernah menyentuh jalanan di depan rumah,apalagi sampai masuk ke dalam rumah,bukan Cuma saya,tapi orang orang yang tinggal sekampung ,juga tidak pernah merasa kerepotan
Air mengalir dan memasuki rumah hanya untuk daerah tertentu,dan itu juga selalu tiap taun terjadi,ditempat yang sama dengan orang yang sama pula,saya hanya menyaksikan lewat berita,bulan januari seluruh acara berita di televisi dan koran terfokus hanya pada masalah hujan dan bencana alam,bukan hanya di jakarta,bencana itu tejadi di desa desa
Lain dulu lain sekarang,seiring waktu jumlah orang semakin bertambah,tanah terbuka dan tumbuhan tidak selebat waktu itu,saya kaget ga pake kepalang,pulang ke rumah pun hampir menyasar,karna tidak hapal jalan ,begitu cepat nya berubah,tetangga yang dulu punya halaman depan ditanami pohonan,kini telah berubah menjadi rumah sewaan,jalanan yang tadi nya hanya aspal biasa ,kini menjadi tinggi berlapis beton,tidak ada tanah sisa di depan rumah,setiap jengkal begitu berarti,untuk apa lagi kalau bukan usaha kontrakan
Di belakang rumah yang tadi nya sawah menghampar pohon pisang dan kelapa,tepat saya bermain sewaktu kecil,bermain perang perangan,kini sudah menghilang,berganti menjadi tanah merah menghampar,untuk dibangun perumahan mewah yang mahal ,tanah merah itu posisi nya lebih tinggi dari tanah di mana saya tinggal,tapi untung lah rumah saya persis di depan jalan utama
Saya kasihan sama tetangga blakang rumah,bukan tetangga saya saja,siapapun itu yang tinggal dengan perbatasan rumah mewah,yang dibatasi tembok tinggi membentang ,tidak bisa berbuat apa apa jika hujan datang,mau lari kemana itu air,mau kemana dia mengalir,dengan terpaksa air itu masuk ke dalam rumah tanpa permisi,tergantung curah,jika semakin lebat dan lama,air itu semakin meninggi dan bertambah tinggi,semantara orang yang tinggal di perumahan mewah,tidak pernah tau apa yang terjadi dengan luar sana
Kini jika hujan datang ,banyak orang yang merasa was was,dan khawatir,ini bukan soal tentang kebersihan,ini bukan karna malas atau tidak membuang sampah
Siapa yang kudu disalahkan,?siapa yang harus dituntut,siapa yang mau bertanggung jawab,?siapa yang bisa memberi solusi
Hujan tidak salah,tidak pernah salah,dari dulu sampai sekarang,bentuk nya hanya itu iatu aja,tetap hujan itu berbetuk air,lalu kenapa bisa terjadi banjir,,kenapa banyak orang yang sengsara,kenapa terjadi bencana,,kenapa,,kenapa dan kenapa,,,
Mari jawab dengan hati dan pikiran masing masing,apakah ini ujian?apakah ini teguran,?atau apakah ini hukuman,,?yang jelas tuhan tidak pernah membenci ciptaan nya





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skill Tambahan Seorang Chef

Membuat Lasagna

Bagian Ayam yang Sulit Didapat