Malam di Pantai Doha ( corniche beach)






Seminggu sudah saya menginjak di tanah  di Negara ini,tetapi belum banyak yang bisa saya kisahkan,,maklum dalam seminggu saya hanya berkutat dalam karir dan selebih nya saya gunakan untuk waktu berisitirahat,selain itu pembuatan id card masih dalam proses,jadi lengkap lah sudah keadaan masih membatasi saya untuk berpergian jauh,saat ini hanya seputar apartement yang kiri kanan ditumbuhi gedung gedung tinggi  yang menjulang

Walau sementara ini belum bisa pergi kemana mana,termasuk ke gedung KBRI  untuk melapor diri,sekaligus memperpanjang passport yang memang masa berlaku nya sebentar lagi akan habis,untuk melepas pikiran yang sudah terkurung di dalam kamar ,untung nya masih bisa sedikit keluar rumah mencari udara terbuka

Seneng tapi juga sekaligus hal yang paling malas saya lakukan,di sini saya selalu kebagian shif pagi,dan saya harus merubah pola tidur yang selama ini  selalu dini hari baru merasa ngantuk,di Negara  sebelum nya selalu mendapat skejul sore hari dan pulang sampai rumah sekitar jam 1 malam paling cepat,jadi waktu itu jam tidur selalu jam 4 pagi,paling cepat jam 3 pagi mendarat di peraduan
Nah di sini selalu saya mendapat jadwal pagi hari,jam 7 sudah harus siap berada di tempat,artinya jam  6 atau jam 5 lewat 30 harus bagun ,oaalah,,,,berat sekali mata ini untuk terbuka,mau ga mau  mata terpejam paling telat jam 1 dan diusahakan jam 12 badan terbungkus dengan selimut tebal

Dan senang nya  waktu pulang jadi bisa lebih awal,sesuatu yang hampir saya  ga dapat kan,karna waktu masih sore jadi ada kesempatan untuk sekedar melihat wilayah di sekitar,seperti sore ini saya diajak teman  jalan jalan ke taman,yang  memang tidak jauh,hanya berjalan santai 15 sampai 20 menit sudah berada di taman,letak nya memang berada di bibir pantai,artinya apartemen memang tidak jauh dari pantai

Tidak hanya sekedar menghirup udara segar,di sana juga saya bisa melihat orang melakukan jual beli ikan,yups disana ada transaksi orang menjual ikan,ikan nya masih terlihat segar dan ada yang masih hidup,ada kepiting,ikan shari,safi,faskar ,hamor ,dan ikan ikan yang berukuran kecil,wahhhh ngiler melihat jejeran ikan yang ditawarkan oleh para penjual,,

hasil tangkapan sedang dijual 
Mereka tidak menjual di lapak pinggir jalan,tetapi  dipinggir pantai yang memang sudah didesain sedemikian rupa,begitu kapal nelayan datang dari berlaut bisa langsung dijual hasil tangkapan nya,,,belum bisa mengira ngira apakah harga nya lebih murah atau sama dari harga ikan yang ada di supermarket,,untuk saat ini saya hanya melihat dan belum ada keinginan untuk membeli,,,,,   ( padahal dana moneter belum datang wkwkwkwk)

Bisa saya simpulkan sementara kalau dibanding Bahrain harga agak sedikit mahal,,,contoh saja,kepiting di Bahrain kalau beli dari pusat pasar ikan bisa  didapat  3 kilo sedinar,,sedang disini bisa mencapai 1,9 dinar sekilo nya,,,

Puas melihat lihat pantai dan orang berjualan ikan saya pun melanjutkan jalan jalan kecil ke arah taman ,angin laut memang begitu segar dan semriwing,karna saat ini timur tengah akan memasuki musim dingin,tidak ada pemandangan menarik untuk saat ini,ga beda jauh dengan taman di Negara sebelum nya,,hanya pohon besar dan rindang tidak terlihat

nelayan sedang membenahi jaring
Ada satu yang membuat saya nora dan kepingin cepat cepat coba ,tapi nanti dilain waktu pada saat libur kerja,,disini ada mobil tingkat.mobil idaman yang sudah punah di Jakarta,,terakhir saya naik mobil tingkat semasa smp dulu,dan itu saya temukan lagi di sini.,,,bentuk nya juga bagus dan modern,,berlari sangat lincah,,nanti lah akan saya papar ditulisan selanjut nya

Hhmmmm tetep belum bisa saya simpulkan secara umum gambaran kota ini,,yang jelas lebih sedkit orang geleng geleng kepala,lebih sedikit perempuan sexy yang terlihat berjalan layak nya didepan cat walk,belum lihat perempuan ethopia nya juga hehehhe ,trus  ga terasa seramai  Bahrain…even di taman jarang ada orang yang gelar tikar…hanya terlihat satu dua saja,,

Dan satu lagi…untuk harga harga seperti harga sembako seperti nya saya harus  cepat cepat beradaptasi dan menghentikan semua perbandingan di Bahrain,,hehhe,,,bener bener manteps  harga di sini,,ga Cuma sembako aja,,bujet sekedar nongkrong tempat sekelas swarma pun  dua kali lipat harga nya,,,ya begitulah,walau masih sama sama Negara GCC tingkat kemakmuran  Negara berimbang juga dengan biaya hidup,,,,,dan satu lagi,,,hidup di arab seperti bukan di Negara arab kalau tidak mempunyai teman orang arab,,hahahahhah





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skill Tambahan Seorang Chef

Membuat Lasagna

Bagian Ayam yang Sulit Didapat