tki bukan cita cita ku

kadang sesekali saya berpikir,sampai kapan saya harus merantau.walau 2 tahun adalah awal dari sebuah perjuangan,saya iri melihat oarang sekitar yang keadaan nya jauh lebih baik dari saya,bukan nya saya tidak bersukur dengan nikmat tuhan,kalao mereka bisa kenapa saya tidak.rasa sukur tidak pernah pudar dalam diri saya akan nikmat dari nya,tetapi saya juga sebagai manusia harus tetap berusaha,jika ingin lebih baik dari keadaan sekarang
hayalan dan cita cita setinggi langit ,memenuhi otak saya ,tentu saya sadar tidak sebatas hanyalah dan angan,harus ada suatu tindakan,rencana,
dulu tidak pernah berpikir bahwa saya akan pergi sejauh ini,jauh dari kluarga dan tanah air,bukan itu yang saya pikir kan,tentu ada nilai lebih yang saya harapkan tidak hanya status saya yang hanya seorang tki,hidup senang dan enak jauh dari bayangan semula,tidak ada beda jauah bekerja disini,letih ,stress,boring,makanan harian otak ku,tapi sebisa mungkin saya buat senang dan gembira,bercanda danbergurau dengan teman kerja adalah hiburan saya,dan pulang ke kamar kembali dengan pikiran melayang
yahh target,tentu saya harus punya target,bukan target berapa uang yang saya dapat kan,karna saya juga harus betempur dengan usia,moga moga planing yang saya rencanakan dapat saya praktekan nanti di tanah air
sejati nya saya senang dengan dunia usaha,jiwa wiraswasta saya telah terasah semenjak usia sekolah,saya bukan tipe orang yang konsumtif,saya lebih senang uang saya gunakan untuk membeli alat yang bernilai prokduktif ketimbang konsumtif,
teringat beberapa tahun yang lalu,ketika itu saya berhasrat ingin mempunyai rumah makan sederhana,seperti warung tenda,dengan uang yang saya kumpulkan dan sedikit tambahan pinjaman dari kantor,saya buka usaha warung makan lesehan.tidak terlalu mewah,nasi dan mie goreng,pecel ayam dan lele ,aneka juice,dan minuman
tapi sayang,saya kurang bisa mengatur waktu dan memanage nya,tenaga yang terporsir,kurang pelatihan terhadap staff ,sehingga saya yang terus menjadi tenaga inti,membuat usaha itu harus saya tutup,karna terlalu lelah
sedikit pun saya tidak menyesal,justru saya semakin penasaran dan ingin mengulang usaha yang dulu saya lakukan,tentu dengan manajemen yang teratur,saya tidak akan mengulang kekonyolan dimasa lalu.dan saya banyak belajar dari kesalahan kesalahan terdahulu
perantauan saya membawa banyak pengalaman dan berkah,saya banyak belajar ,
ya itulah cita cita saya,tidak ingin muluk muluk asal kan lancar dan ada yang bisa disimpan untuk masa depan saya sudah sangat senang
jika lelah datang,bosan menghampiri maka cita cita menjadi penyemangat,tentu tidak mudah juga untuk membuat suatu usaha,walau terlihat sederhana,ada beberapa faktor yang mendukung,terutama mental.saya harus siap apapun nanti yang akan terjadi kedepan.resiko dan akibat nya,maka diperlukan mental yang kuat dan sabar,sabar yang tiada batas
pengetahuan.yaa,saya harus tau produk yang saya pasarkan nanti ,tidak hanya produk,saya juga harus tau keinginan dan bisa menganalisa pasar dengan begitu kecil kemungkinan kesalahan yang akan terjadi
pemasaran,saya tidak akan mengandalkan orang lewat saja yang akan mampir ke warung makan saya,ada beberapa macam promosi yang saya lakukan,dan tidak perlu uang banyak untuk melakukan promosi,salah satunya internet
tentunya masih banyak faktor tambahan lain nya yang menunjang saya untuk membuka usaha ini
menjadi tki bukan cita cita saya,menjadi tki adalah proses dalam mewujud kan cita cita saya.insya allah
sejati nya dalam melakukan apapun dan dimanapun kita akan merasakan yang namanya kejenuhan,tetapi dalam warna yang berbeda ,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skill Tambahan Seorang Chef

Membuat Lasagna

Bagian Ayam yang Sulit Didapat